Cara Membuat Game Dengan Unity - IMedia9 - Connecting Inspiration

Breaking

Saturday, December 10, 2016

Cara Membuat Game Dengan Unity


Bagaimana cara membuat game ? Mudahkah? Atau sulit? Semuanya tergantung. Tergantung orangnya, skillnya dan enginenya. Dan semua itu membutuhkan learning curve yang cukup dan tidak bisa dilakukan secara instant. Memangnya bikin mie?
Membuat game adalah sebuah aktivitas yang membutuhkan kerja sama tim. Dalam aktivitas ini anda membutuhkan seorang penulis cerita, penulis desain level, pembuat BGM, ilustrator untuk background, ilustrator untuk pembuatan spritesheet character untuk game 2D atau modeler + rigger untuk pembuatan game 3D, dan yang terpenting anda juga membutuhkan para game programmer yang merupakan otak utama dari game yang akan anda bangun. Unity Fundamental
Itu pembuatan game dalam kacamata ideal. Sementara di Indonesia, yang memang sangat lekat dengan semangat Sangkuriang-nya, pembuatan game umumnya dikerjakan oleh segelintir orang yang merangkap dalam beberapa posisi. Atau lebih parah, game hanya dibuat oleh satu orang saja.
Unity1
Pada jaman saya dulu (duh, berasa tua) membuat game seorang diri itu nyaris mustahil. Bisa sih, tapi hasil gamenya cupu banget. Jadi jangan dibandingkan dengan game-game canggih yang memiliki visual luar biasa. Untungnya, saat ini sudah banyak game engine yang memudahkan kita semua untuk membuat game meski "sendirian".
Saya pernah membuat sebuah model untuk memetakan hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan sebuah produk transmedia (game salah satunya). Model yang bernama Transmedia Triangle Development Model ini membantu saya untuk memberikan gambaran kira-kira komponen apa saja sih yang diperlukan untuk mengembangkan sebuah game.
TransmediaModel
Minimal ada 3 komponen dasar yang membangun game yaitu komponen Kansei (faktor emosi seseorang terhadap suatu produk), komponen Bisnis dan komponen Teknis.
Jika dilihat dari sudut pandang Kansei, maka saat merancang game anda harus memikirkan soal ceritanya seperti apa? Karakternya bagaimana? Cewek/cowok? Setingnya seperti apa? Style gambarnya bagaimana? Genre yang mau anda buat itu apa? Dan aspek-aspek lain berkaitan dengan aspek transmedia jika game anda memiliki potensi untuk masuk ranah transmedia seperti animasi/cosplay. Sudah siap atau belum?
Kemudian jka dilihat dari sudut pandang Bisnis, maka yang harus dipikirkan adalah game engine apa yang akan kita pakai? Yang gratisan? Beli? Atau ngebajak? Monetisasinya nanti bagaimana? Freemium? Dikasih iklan? Atau masukin ke Steam? Transaksi yang akan dibuat mekanismenya seperti apa? Jika pembuatan game ini nantinya akan melibatkan investor berapa nilai IRR-nya? Berapa NPV-nya? dan prediksi-BEP nya seperti apa? Mau dipromosikan dengan cara apa? Online? Pake Event? EO? Bagaimana?
Dan hal termudah dalam pembuatan game adalah ketika berbicara dari sudut pandang Teknis dengan mengesampingkan kedua komponen di atas. Dari sudut pandang ini, yang akan dibahas 'hanya' game yang akan kita buat 2D/3D? Genre gamenya apa? Nggak perlu berpikir apakah nanti audience akan suka/tidak yang penting kita maunya bikin genre game apa? GUI nya mau bikin sendiri? Download? Atau beli? Nggak usah mikirian duitnya darimana pokoknya asset untuk GUI harus ada. Aset untuk suara? Cari yang gratisan juga gapapa. Cincay lah itu. Mau dipublish platform apa? PC? HTML5? Android? Sekali klik, semuanya akan terpenuhi - asal game enginenya support.
Saat ini ada banyak sekali game engine yang bisa memudahkan anda untuk membuat game dengan sangat cepat dan mudah. Game Engine tersebut juga telah dilengkapi dengan dukungan terhadap asset store yang banyak sehingga pembuatan game benar-benar bisa dilakukan oleh satu orang. Semua kebutuhan anda terhadap aset seperti karakter, efek, suara, background, dll bisa dipenuhi hanya dalam satu kali klik. Nggak semuanya gratis sih, ada juga yang bayar.
GameEngine
Intinya saat ini membuat game tidak lagi menjadi satu hal yang sulit. Catat. Membuat game dari sudut pandang Teknis. Masalahnya akan lain jika anda ingin membuat game yang sukses. Karena itu artinya dua komponen lainnya yaitu Bisnis dan Kansei akan menjadi komponen penting yang komposisinya adalah 2/3 dari keseluruhan game kita. Jadi sekedar bisa membuat game saja belum menjamin kesuksesan anda di bidang ini. Sekalipun game engine yang digunakan adalah game engine canggih.
Its the team behind the gun, by the way. Not just a single man. Kecuali dia superman.
Ngomong-ngomong soal game engine, saya jadi teringat soal Kiky Si Kancil. Loh? Jadi gini ceritanya. Sewaktu saya memulai IP Kiky Si Kancil pada tahun 2012 silam, saya punya keinginan agar Kiky Si Kancil bisa terkenal dari Sabang sampai Merauke. Tapi bagaimana mungkin? Kalau anak-anak SD melihat Kiky Si Kancil, okelah mereka mungkin masih suka. Lah, kalau anak SMA atau kuliahan? Apa nggak eneg nantinya ngelihat Kiky Si Kancil? Atau malah malu diledekin sama temannya: "Idih, kamu beli buku Kiky Si Kancil? Kayak anak kecil aja!"
Untungnya saya mendapat banyak support yang luar biasa dari berbagai pihak. Sehingga akhirnya, saya berhasil mewujudkan salah satu mimpi saya, yaitu Bring Fabel To The Next Level. Kiky Si Kancil yang dalam ceritanya memiliki kemampuan Teleport bahkan sampai pindah Universe, akhirnya bener-bener berhasil pindah Universe.
KikyC2Unity
Kiky Si Kancil bukan hanya bisa ditemui sebagai tokoh utama dalam komik Kiky Si Kancil yang diterbitkan oleh WOW Komik, tetapi juga dapat ditemui sebagai tokoh utama dalam seri Tutorial Game Engine (Unity dan Construct2) terbitan Informatika. Alhamdulillah.
Buku Unity Kiky Si Kancil sudah terbit tahun 2016 lalu. Sementara buku Construct 2 insya Allah akan segera beredar di toko buku seluruh Indonesia tahun 2017 ini. Doakan saja semoga diberi kelancaran.
Saya pribadi merasa sangat optimis jika buku-buku Kiky Si Kancil tersebut dapat menjadi best seller di Indonesia.
KomikA4
Err... ya, rada-rada optimis lah. Mudah-mudahan sih laku. Aamiin.

No comments:

Post a Comment