Obor Desain - Obrolan Unik "Teu Pararuguh" Khas Kang Dodi Nursaiman - IMedia9 - Connecting Inspiration

Breaking

Saturday, April 8, 2017

Obor Desain - Obrolan Unik "Teu Pararuguh" Khas Kang Dodi Nursaiman


Bodor pisan! Itulah kesan pertama saya saat menonton siaran Obor Desain. Saya sempat menyangka jika acara ini adalah acara komedi. Saat saya melakukan konfirmasi ulang kepada kang Dodi Nursaiman sebenarnya Obor Desain itu acara apa, beliau menjawab dengan sangat yakin:
"Duka atuh eta teh acara naon nya?"

Yup! Itulah Obor Desain (Obrolan Orang Desain). Acara Live Via Facebook yang digagas oleh kang Dodi Nursaiman dan disupport penuh oleh DKV UNPAS. Sebagai sebuah acara live streaming baru, kang Dodi mengemas acara ngobrol santai ini dengan nuansa komedi dan materi-materi yang (mudah-mudahan) berbobot.

Obor Desain adalah acara yang baru saja dirintis sejak 6 Maret 2017. Artinya saat artikel ini ditulis, Obor Desain baru berjalan sekitar 1 bulan. Masih bayi. Meski usia acara "teu-pararuguh-khas-kang-dodi" ini baru seumur jagung, namun tingkat antusiasme penonton ternyata sangat tinggi.
Terbukti dengan jumlah penonton yang terus meningkat dan telah mencapai rata-rata 1000 penonton setiap episodenya. Gile bener bukan?


Salah satu segi positif yang saya tangkap dari acara Obor Desain ini adalah penerapan konsep Kobas (Kolaborasi Berbasis Silaturahmi). Kang Dodi sepertinya paham betul jika tidak semua pelaku industri kreatif, khususnya di bidang desain, memiliki kemampuan untuk dapat mempromosikan/mempublikasikan karya/skillnya ke masyarakat.

Padahal apalah artinya memiliki karya/skill jika semuanya tersebut tidak dapat dikonversi dan bermanfaat secara finansial. Gap inilah yang sebenarnya coba dijembatani oleh Obor Desain. Jadi selain sebagai sebuah acara live, Obor Desain juga berfungsi sebagai jembatan. Leres teu kang?



Bukan jembatan dalam arti sebenarnya tentunya. Tapi jembatan digital yang mampu menghubungkan beberapa stakeholder agar dapat saling berkolaborasi dan berkontribusi untuk menghasilkan produk/karya yang bermanfaat, bernilai ekonomis, berdaya saing tinggi serta menjadi salah satu wahana untuk mencapai visi dan misi ekonomi kreatif Indonesia yaitu: Menjadi bangsa yang berkualitas hidup dan bercitra kreatif di mata dunia.

Keren kan kalimatnya? Maklum, saya juga nggak mau kalah keren dengan kang Dodi yang suka melontarkan kalimat-kalimat khas akademisi.

Oh ya, bagi anda yang tidak bisa mencerna paragraf panjang di atas, tenang. Saya juga rada kebingungan memahami artinya kok. Paragraf itu cuma bumbu supaya artikel ini terlihat keren, akademis, mistis dan pilosofis.

Lanjut.

Obor Desain adalah perwujudan dari keinginan pribadi kang Dodi yang merasa jika rekan-rekan desainer sebangsa tanah dan sebangsa air ini telah kehilangan media publikasinya.

"Sebenernya dulu pernah ada Aikon, lupa saya tahun nya, majalah yang di create sama kawan kawan di Yogyakarta," papar kang Dodi sambil mengerutkan dahi. Antara mikir dan kesal karena saat wawancara berlangsung Persib kalah 1-0. "Trus ada pula Minor, buatan kimung Ujung Berung Rebel yang pernah eksis di Bandung membahas beberapa elemen desain pada musik underground. Ada juga Ripple yang di buat sama IYO pure saturday yang membahas pada sisi desain fashion, musik, skate dan mungkin surfer. Kemudian ada pula Concept, babyboss yang dirilis kawan kawan desainer jakarta. Ada lagi Versus, masih oleh rekan rekan jakarta juga namun semuanya hilang. Semuanya tenggelam. Sirna lenyap. Jatuh ke tanah terserap musnah. Sehingga saat ini tidak ada lagi media untuk ekspresi dan edukasi di bangsa ini."

Oke.

Butuh waktu beberapa menit bagi saya untuk mampu mencerna kata-kata kang Dodi yang sepintas terdengar bijak tapi sebenernya mah teu pararuguh.

"TV atau radio atau koran mana di Indonesia yang begitu konsisten mengupas segala macam hal tentang desain? Mana? Mana? Mana?"
Lagi nyari apa kang?



"Saya rasa rating desain di Indonesia sangat lemah," lanjut kang Dodi dengan semangat membara. "Media kita telah terbius oleh pelm-pelm berbau hantu hantu lucu maupun sinetron sinetron yang entahlah tujuannya apa untuk perbaikan mental bangsa ini. Di sisi lain fenomena berkembang pesatnya sekolah berbasis desain SANGAT RUUUAAARRRBIASAAA. Hampir semua sekolah tinggi, universitas, hingga tatanan SMA berupaya membuka sekolah berbasis desain khususnya desain komunikasi visual yang WAW secara jumlah."

Di bagian ini mendadak saya menjadi semakin fokus. Karena sejak dulu, perbandingan logis antara kuantitas dan kualitas selalu menjadi hal yang menarik bagi saya.

"Lebih dari 30 universitas di indonesia memiliki program studi DKV. Saya khawatir jika ini hanya menjadi sebuah ladang bisnis. Parahnya, tidak ada lagi media yang serius mampu menjembatani ilmu tentang desain, memikirkan soal penyerapan kerja atau yang lainnya," lanjut kang Dodi sambil menyeruput kopi, ngudud dan garuk-garuk kepala sekaligus.

Ini teh mau nulis artikel kok jadi berasa nulis cerpen nya?

"Banyak desainer hebat di indonesia. Tapi lebih banyak lagi yang justru MASIH KEBINGUNGAN bagaimana menjadi seorang desainer, padahal dia sekolah di jurusan desain. Menurut saya, inilah sebenernya fenomena yang sangat menyeramkan. Jauh lebih menyeramkan daripada pelm-pelm hantu."

"Masyarakat kita banyak yang gagal faham tentang desain. Desain terlalu dianggap 'kosmetik' atau hanya dilihat sebagai sesuatu hang bagus atau jelek," tambah Kang Dodi. "Padahal konotasi itu sangat relatif dan sangat subjektif. Masyarakat kita lupa (atau bahkan tidak tahu) bahwa dalam sebuah desain yang menjadi permasalahan bukan hanya bagus atau jelek semata tetapi juga konteks yang jauh lebih penting.

"Seperti berguna atau tidak berguna, berpengaruh atau tidak berpengaruh, dan semacamnya. Semuanya itu tentu berasal dari sebuah ide terhadap suatu konten dan konteks yang jelas dan rinci. Sayangnya, tidak semua masyarakat bisa memahami hal tersebut. Bahkan ada yang memandang desain sebagai sebuah kelas eksklusif. Pernah ada istilah Eksklusifitas Desain. Sok siapa yang mengumandangkannya?"

Sugan? Pan akang nara sumbernya di artikel ini teh, naha jadi nanya ka saya?



"Selama ini informasi tentang desain rata-rata berujung pada ruangan pameran yang megah, seminar yang ada di hotel hotel hebat, dan acara-acara lain yang juga memerlukan biaya fantastis untuk mengetahui 'isi' dari suatu desain," ujarnya lagi.

"Saya pernah berada di ruang ruang hebat itu. Isinya juga orang orang hebat. Bayar tiket mulai dari Rp. 750.000 Rp. 4 juta hanya untuk dengerin orang hebat bicara. Hasilnya sangat bervariasi. Ada yang benar benar memberikan inspirasi tetapi banyak juga yang isinya bisa saya dapatkan dengan cukup ngobrol bareng bersama rekan rekan kayak Dinan, Ridwan Buldog, Merdy, Ahep Hadian, Feizal, Mice dan sebagainya. Jadi kalau berpikir ke arah sana, kadang suka sayang juga sama biaya yang dikeluarkan. Mending juga saya ngopi bareng kawan kawan," jelas kang Dodi lagi.

"Selain itu ya banyak sekali kegelisahan lain di dalam diri saya terkait dengan desain di Indonesia. Contoh lain, banyak hasil tesis, skripsi, disertasi maupun tugas akhir yang berujung menjadi hiasan perpustakaan. Padahal itu katanya hasil penelitian. Watir pisan kan. Sok aja lah bayangin sendiri. Tuh kan jadi ngacapruk?"



Udah di dengerin serius-serius kalahkah ngacapruk. Emang parah pisan si kang Dodi mah euy. Cing bener atuh kang. Ini kan rencananya mau jadi artikel ilmiah yang viral sampai ke luar angkasa yeuh! Masa isinya teu pararuguh keiu?

"Oke. Ehm. Jadi begini. Pada intinya adalah, Obor Desain terlahir sebagai Akumulasi dari: Rasa senang menjadi desainer, Rasa Bangga menjadi Akademisi di UNPAS, Rasa kesal terhadap media mainstream, dan Rasa Sedih karena bangsa ini banyak yang gagal faham pada desain."

"Obor Desain memang mencoba berperan sebagai jembatan. Jembatan antara orang orang yang pernah punya pengalaman mendesain (pelaku/desainer), Pengguna jasa desainer, bahkan hingga penikmat karya karya desain. Yah syukur syukur bisa profitable. Aamiin,"  pungkas kang Dodi.
Alhamdulillah. Sesi wawancara teu pararuguh selesai. Saya pun bisa dengan tenang ngelanjutin nulis tanpa intervensi dari si akang gondrong ini.
Lanjut lagi.

Ehm.

Sampai saat ini, Obor Desain telah mendatangkan berbagai nara sumber dari berbagai keahlian yang luar biasa. Semuanya, tentu saja berhubungan dengan Desain Grafis. Siapa saja mereka? Semua daftar lengkap bintang tamu dan seluruh episode Obor Desain saya rangkum di artikel ini biar nggak susah kalau mau nyari.
Semoga bermanfaat.

Daftar Lengkap Episode Obor Desain Season 1

No comments:

Post a Comment