Perbedaan Antara Fiksi Dan Fiktif - IMedia9 - Connecting Inspiration

Breaking

Thursday, April 12, 2018

Perbedaan Antara Fiksi Dan Fiktif



Baru-baru ini media massa telah diramaikan dengan dua buah kata yang sangat 'sepele' yaitu Fiksi dan Fiktif. Semua bermula dari acara ILC yang menampilkan sosok Rocky Gerung yang menyebutkan jika kitab suci adalah fiksi. Menurutnya, istilah fiksi berbeda dengan fiktif. Fiksi adalah lawan kata dari Realita, yang berarti ada unsur kebenaran padanya yang belum akan terjadi. Sementara Fiktif adalah lawan kata dari kata, yang memuat semua unsur kebohongan. Karena di dalam kitab suci banyak menyebutkan kejadian-kejadian di masa depan seperti surga dan neraka, dan semua hal tersebut memang belum terjadi di dunia, maka Rocky Gerung berani memastikan jika kitab suci itu memang fiksi, sesuai dengan definisi yang digunakannya.

Pernyataan Rocky Gerung tersebut sontak mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak. Saya termasuk yang kontra. Kenapa? Karena kitab suci, dalam hal ini, Al-Quran rasanya terlalu mulia jika dikelompokkan ke dalam kategori fiksi. Bahkan jika ada orang yang mengkategorikan Al-Quran sebagai buku ilmiah pun, saya akan menolak. Padahal ada begitu banyak bukti ilmiah yang sejalan dengan apa yang ditulis di dalam Al-Quran. Tapi baiklah, dalam postingan ini saya akan fokus pada dua definisi yang mengundang polemik.

Pengertian Fiksi

Menurut Wikipedia, Fiksi adalah sebuah Prosa naratif yang bersifat imajiner, meskipun imajiner sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia. Kebenaran dalam sebuah dunia fiksi adalah keyakinan yang sesuai dengan pandangan pengarang terhadap masalah hidup dan kehidupan. Kebenaran dalam karya fiksi tidak harus sejalan dengan kebenaran yang berlaku di dunia nyata.

Sementara menurut KBBI, Fiksi adalah 1) cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya); 2) rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan: nama Menak Moncer adalah nama tokoh -- , bukan tokoh sejarah; 3 pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran

Jika dilihat memang ada gap besar antara definisi kata fiksi yang digunakan oleh Wikipedia dan KBBI. Dilihat sepintas, Rocky Gerung condong menggunakan istilah fiksi yang ditulis di Wikipedia.

Pengertian Fiktif

Saya tidak menemukan definisi Fiktif versi Wikipedia dan hanya menemukan definisi menurut KBBI yang berarti bersifat fiksi, tidak sesuai dengan kenyataan, tidak nyata, hanya terdapat di khayalan; sesuatu yang diada-adakan atau dikarang-karang atau dibuat-buat, misalnya pembayaran fiktif, kegiatan fiktif. 

Berdasarkan dua penelusuran ini maka saya menyimpulkan jika menurut KBBI, istilah Fiktif tetap dilekatkan pada istilah Fiksi atau bagian dari Fiksi. Sementara untuk Wikipedia, saya melakukan penelusuran lain dalam bahasa Inggris untuk membandingkan antara kata Fiction dan Fictitious. Yang menarik, istilah Fictitious pun tidak pernah dibahas dan malah memberikan tautan ke  Fiction  alias Fiksi. Kesimpulannya, semua yang Fiktif akan mengandung unsur Fiksi, sementara 'tidak semua' yang Fiksi akan menghasilkan yang Fiktif. 

Anda bingung? Sama. Saya juga bingung. Untuk membuat agar kita semua tidak bingung, cobalah kita lepaskan Al-Quran dari masalah ini. Karena poin utama dari pernyataan Rocky Gerung bukanlah kepada kitab suci melainkan pada pernyataan Prabowo soal Indonesia akan bubar pada tahun 2030 yang sumbernya berasal dari buku Fiksi Ghost Fleet karangan PW Singer dan August Cole. 


PW Singer sendiri adalah ahli strategi New America Foundation. Dia mendapat sejumlah penghargaan melalui buku-buku yang ditulisnya. Bahkan Komando Pelatihan dan Doktrin Angkatan Darat AS sampai menjulukinya sebagai 'Ilmuwan Gila'. Oleh analis data media sosial Onalytica, Singer dianggap sebagai satu dari 10 suara paling berpengaruh di dunia mengenai keamanan dunia maya dan satu dari 25 orang paling berpengaruh di bidang robotika. Dia masuk dalam Top 100 Global Thinkers versi Foreign Policy.

Jadi Fiksi yang coba dipertanyakan oleh Rocky Gerung lebih condong kepada Fiksi dalam sebuah novel yang ditulis oleh seorang ahli strategi dan diejek oleh banyak orang. Jika kemudian ada pertanyaan: Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Fiksi atau Fiktif? . 

5 comments:

  1. Ulasan cukup berimbang...
    Menurut saya tidak ada pertentangan dengan definisi Wikipedia maupun KBBI.
    Ketika agama yang menjadi pegangan hidup dibekali petunjuk Sebuah Kitab Suci, maka kitab suci bukanlah imajiner melainkan kepastian.
    Ketika sebuah fiksi tidak bisa dipastikan 100% kebenarannya, maka kitab suci punya garansi mutlak yang tidak perlu diragukan kebenarannya.
    Oleh karena itu Semoga pak Rocky gerung paham bahwa tidak semua ilmu beliau kuasai, untuk memahami rasa dan keyakinan seorang muslim terhadap kitab sucinya tidak lain tidak bukan kecuali beliau Menjadi Muslim.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  2. Bila seseorang menganggap kitab suci Al-Qur'an sebagai fiksi, maka dia bukan seorang muslim, sebab menjadi muslim harus beriman (percaya) kepada Al-Qur'an.

    ReplyDelete
  3. Kesimpulan yang sangat baik.pak rocky mencoba untuk menjelaskan fiksi yg melingkup politik indonesia.

    ReplyDelete
  4. Saya rasa statement pak rocky gerung itu ada benar nya,karena saya yakin dalam sudut pandang kita fiksi dan fiktif itu sama,tp setelah statement ini muncul kita di ajak untuk kembali mengolah pikiran kita,kemana dan apa fiksi itu...

    ReplyDelete